Materi Statistik deskriptive PertemuanTM ke- 1 & 2
Statistik
Diskriptif.
Purbodjati
BAB I
PENGANTAR STATISTIKA
METODOLOGI STATISTIK :
BAGIAN
DESKRIPTIV
ARAHAN CAPAIAN KOMPETENSI MINIMAL
Pertemuan
ke- 1 & 2
Matakuliah:
Statistik.
I. Capaian kompetensi minimal:
1.
Mahasiswa mampu memahami, menjelaskan
dan menghitung
ukuran pemusatan dan ukuran
penyebaran data.
2.
Mahasiswa menjelasan dan
penghitungan/kerja statitik (berdasarkan data) masalah (secara tulis dan
lisan):
2.1. Perbedaan konsep statistik dan statistika
2.2. Konsep (pengertian) statistik
2.3. Contoh statistik
2.4. Konsep ()pengertian statistika
2.5. Landasan kerja statistik
2.6. Konsep (pengertian) variasi
2.7. Konsep (pengertian) reduksi
2.8.
Konsep (pengertian) generalisasi
2.9. Tiga macam ciri pokok statistik
2.10. Konsep Statistik Deskriptif
2.11. Contoh Statistik Deskriptif
2.12. Konsep Statistik Interensial
2.13. Contoh Statistik Interensial
2.14. Konsep Statistik Parametrik
2.15. Contoh Statistik parametrik
2.16. Konsep Statistik non parametrik
2.17. Contoh Statistik non parametrik
2.18. Skema prosedure dan prinsip=ptrinsip statistika.
2.19. Konsep populasi
2.20. Contoh populasi
2.21. Konsep sampel
2.22. Contoh sampel
2.23. Konsep variabel
2.24. Contoh variabel
2.25. Menjelaskan perbedaan macam jenis
skala data
2.26. Menjelaskan macam-macam skala data
2.27. Contoh macam-macam skala data
2.28. Konsep Skala Rasio
2.29. Contoh Skala Rasio
2.30. Konsep Skala Interval
2.31. Contoh Skala Interval
2.32. Konsep Skala Ordinal
2.33. Contoh Skala Ordinal
2.34. Konsep Skala Nominal
2.35. Contoh Skala Nominal
2.36. Konsep Data Diskrit
2.37. Contoh Data Diskrit
2.38. Konsep Data Kontinu
2.39. Contoh Data Kontinu
2.40. Macam-Macam Prosedur Statistik
2.41. Konsep pengorganisasian data
2.42. Konsep penyajian tabel
2.43. Contoh penyajian tabel
2.44. Konsep Distribusi frekuensi
2.45. Macam distribusi frekuensi
2.46. Konsep distribusi frekuensi tunggal naik dan turun
2.47. Contoh distribusi frekuensi tunggal naik dan turun
2.48. Konsep data terbesar
2.49. Contoh data
terbesar
2.50. Konsep data
terkecil
2.51. Contoh data
terkecil
2.52. Konsep
Banyaknya data (n)
2.53. Contoh
Banyaknya data (n)
2.54. Konsep Mean
(rata-rata=
)
2.55. Contoh Mean
(rata-rata=
)
2.56. Konsep Median
(Me)
2.57. Contoh Median
(Me)
2.58. Konsep MODE
(Modus)
2.59. Contoh MODE
(Modus)
2.60. Konsep Range (R)
2.61. Contoh Range (R)
2.62. Konsep Banyaknya kelas (k)
2.63. Contoh Banyaknya kelas (k)
2.64. Konsep Panjang interval kelas (i)
2.65. Contoh Panjang interval kelas (i)
2.66. Konsep distribusi frekuensi bergolong (dikelompokkan) naik dan turun
2.67. Contoh distribusi frekuensi bergolong (dikelompokkan) naik dan turun
2.68. Konsep penyajian Grafik garis (line chart),
2.69. Conoh penyajian Grafik garis (line chart),
2.70. Konsep penyajian Grafik batang / balok (bar
chart),
2.71. Contoh penyajian Grafik batang / balok (bar
chart),
2.72. Konsep penyajian Grafik lingkaran (pie
chart),
2.73. Contoh penyajian Grafik lingkaran (pie
chart),
2.74. Konsep penyajian Grafik Berupa Peta
(Cartogram).
2.75. Contoh penyajian Grafik Berupa Peta
(Cartogram).
2.76. Konsep penyajian Grafik Gambar.
2.77. Contoh Grafik Gambar.
PERGUNAKAN
DATA BERDASARKAN PEMBAGIAN
3.
Mahasiswa mampu mendesain materi
power point/ppt mengunggah di akun webblog, memvideo rekaman presentasi dirumah
(keduanya diunggah) & mempresentasikannya dalam kelas zoom.
II.
Indikator bahasan dan sumber materi:
1) Mahasiswa mampu
membedakan konsep
statistik
dan statistika dengan tepat
2) Mahasiswa mampu
memahami, menjelaskan
(secara tulis dan lisan) dan menghitung
konsep dan
istilah-istilah
dalam statistika
deskriptif.
3) Mahasiswa mampu
memahami, menjelaskan
(secara tulis dan lisan) dan menghitung
konsep populasi
dan sampel.
4) Mahasiswa mampu
memahami, menjelaskan
(secara tulis dan lisan) dan menghitung
konsep variabel
5) Mahasiswa mampu
memahami dan
membedakan menjelaskan (secara tulis dan lisan) dan menghitung jenis
skala data dengan tepat
III. Materi bersumber dari:
1)
Browsing
di gogle klik “Statistik deskriptive,slide share”
2)
Browsing
di gogle klik “Ukuran pemusatan dan penyebaran data kelompok,kompas com”.
3)
Browsing
di gogle materi statistic yang relevan
4)
Materi
Statistik deskriptive Pertemuan/TM ke-3 & 4
I.
PENGANTAR
Dalam suatu research
seorang penyelidik dapat menggunakan dua jenis analisa, yaitu analisa statistik (statistical analysis) dan analisa non-statistic (nonstatistice analysis). Bab ini dan bab berikutnya dimaksudkan untuk menanggapi keperluan-keperluan analisa statistik.
Barangkali tidak perlu
dijelaskan bahwa dalam kesempatan yang sangat terbatas ini tidak mungkin semua
seluk-beluk statistik dapat diuraikan
seterang-terangnya. Malahan dasar-dasar dan teknik-teknik yang pokok saja tidak akan dapat diantarkan semua satu demi satu. Puaslah kita apabila bab-bab ini telah dapat memberikan ilustrasi-ilustrasi terpilih mengenai kerja statistik. Sukurlah jika yang sedikit ini dapat membangkitkan hasrat untuk memperdalam dasar-dasar,
teknik-teknik, dan kerja statistik yang sebenarnya, hal-hal mana dapat kita selidiki dari buku-buku yang khusus
dipersiapkan untuk mengantarkan kita pada persoalan-persoalan
tersebut.
1001.
PENGERTIAN
Istiah statistik pada
pokoknya mempunyai dua macam pengertian, yang luas dan yang sempit. Dalam
pengertian yang seempit kata statistik digunakan untuk
menunjuk semua kenyataan yang berwujut angka-angka tentang sesuatu kejadian khusus, seperti misalnya statistik kecelakaan lalulintas, statistik nikah-talak-rujuk, statistik kelahiran dan
kematian, statistik import dan eksport, statistik penerimaan mahasiswa, statistik kesegaran jasmani rakyat Indonesia dan sebagainya. (COBA SEBUTKAN STATISTIK APA SAJA DALAM KEOLAHRAGAAN ? Sebutkan
juga statistik yang ada pada disiplin ilmu dan profesi saudara apa saja ?).
Dalam pengertian yang
luas, yaitu pengertian teknik metodologik, statistik berarti cara-eara ilmiah yang dipersiapkan untuk mengumpulkan,
menyusun, menyajikan, dan menganalisa data penyelidikan
yang berwujut angka-angka. Lebih jauh daripada
itu statistik diharapkan dapat menyediakan dasar-dasar yang dapat
dipertanggung-jawabkan untuk menarik kesimpulan-kesimpulan yang benar dan
untuk mengambil keputusan-keputusan yang baik.
Jadi statistik adalah prosedur kerja yang meliputi, proses:
pengumpulan data, pengorganisasian/penyusunan data, menghitung/menganalisis
data, menyimpulkan/menginterptetasi hasil analisa data, dan menyajikan data
sehingga dapat menginformasikannya secara mudah dan cepat.
222
1002. LANDASAN KERJA STATISTIK
Statistik menggunakan karakterisitik jenis landasan kerja yang
pokok, yaitu: (1) variasi, (2) reduksi, dan (3) generalisasi.
Landasan kerja yang pertama didasarkan atas kenyataan bahwa seorang penyelidik selalu
menghadapi gejala - gejala yang
bermacam-macam, Gejala-gejala yang bervariasi, baik dalam jenisnya maupun dalam tingkatan besar-kecilnya.
Landasan kerja
yang kedua memberi
kesempatan kepada penyelidik untuk menyelidiki hanya sebagian dari
seluruh gejala atau kejadian yang hendak diselidiki. Penyelidikan
semacam ini, seperti telah kita ketahui, kita kenal dengan sebutan penyelidikan sampling
(sampling study).
Sungguhpun penyelidikan dilakukan terbadap hanya sebagian dari keseturuhan
gejala atau kejadian, namun kesimpulan daripadanya akan dikenakan atau diperuntukkan bagi keseluruhannya
dari mana sebagian gejala atau kejadian itu
diambil. Proses atau tata kerja semacam ini disebut generalisasi,
dan inilah landasan kerja yang ketiga daripada statistik.
1003.
CIRI-CIRI POKOK STATISTIK
Statistik mempunyai tiga macam ciri pokok:
(1 ) Bekerja dengan
angka-angka. Angka-angka ini dalam statistik mempunyai dua arti, yaitu angka sebagai jumlah yang menunjuklcan jurnlah atau frekwensi; dan angka yang menunjukkan nilai atau barga. Dalam arti yang terakhir ini angka mewakili atau mensimbulkan sesuatu kwalitas, misalnya angka kecerdasan, nilai sekolah, atau harga
kebajikan, kecepatan pulih asal
(recovery) atlit kecabangan olahraga dan sebagainya.
(1)
la bersifat obyektiv.
Kerja siatistik menutup pintu bagi masuknya unsur-unsur subyektiv yang dapat menyulap keinginan menjadi kenyataan
atau kebenaran. Statistik sebagai alat penilai kcnyataan tidak dapat berbicara lain kecuali apa adanya. Adapun apa arti dan bagaimana menggunakan kenyataan-kenyataan statistik itu adalah persoalan -persoalan lain yang berada di luar kompetensi statistik.
( 3) Ia basifat
universal dalam arti dapat digunakan hampir dalam semua bidang penyeltdikan. Penyelidikan - penyelidikan dalam wilayah
ilmu-ilmu eksakta, biologi, sosial, dan
kebudayaan, semuanya dapat menggunakan statistik dengan
keyakinan yang penuh. (COBA SEBUTKAN MASALAH PENELITIAN APA SAJA DALAM
KEOLAHRAGAAN ?)
1004, MENGAPA
STATIS'fIK ?
Kebanyakan dari kita mengira bahwa jika kita mempunyai kesimpulan dari
hasil penyelidikan kita terhadap kejadian-kejadian yang terbatas, kesimpulan itu berlaku dengan sempuma untuk
seluruh kejadian
Statistika adalah ilmu yang mempelajarinya cara
meringkas dan mengorganisasi data sehingga menjadi informasi yang mudah
dimengerti. Statistik berperan dalam penyusunan desain penelitian, penentuan
sample, penentuan hipotesis, pengembangan alat pengumpul data dan analisis
data, serta penarikan simpulan.
Statistik
dapat memberikan:
1)
Teknik
mengklasifikasikan
2)
Gambaran
kecenderungan rengah
3)
Ukuran yang
mensifatkan populasi/ menyatakan variasinya dan sebagainya.
Statistik dibedakan:
1.
Statistik
Deskriptif : Mempelajari
cara menyusun dan Menyajikan data(dalam bentuk tabel/ grafik). Pengukuran data
biasanya meliputi:(1) ukuran kecenderungan tengah, dan (2) ukuran variabilitas
(penyebaran)
2.
Statistik
Interensial : Mempelajari
cara menarik Kesimpulan mengenai populasi berdasarkan data dari sample, melalui
uji hipotesis.
Untuk Uji Hipotesis, Statistik Dibedakan
Menjadi:
1)
Statistik
Parametrik
Statistik yang dapat menggambarkan
parameter suatu objek (sifat-sifat sample dapat dikuantisasi), misalnya: kita
dapat menentukan rata-rata/rerata (mean/nipura)
dari suatu sample atau standar
deviasi suatu sample.
Statistik parametrik, mensyaratkan populasi berdistribusi normal dan varian
homogen. Sehingga, pada uji statistik parametrik
perlu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas.
2)
Statistik Non
Parametrik
Statistik yang dapat mengkuantisasi
sifat-sifat sampel. Statistik ini digunakan untuk sampel-sampel kecil (varian
besar) dengan tipe data nominal dan ordinal
Pada statistik non parametrik, tidak
disyaratkan distribusi normal dan homogen.
Berdasarkan Jenisnya data dibedakan:
1) Data Diskrit
: Adalah data pengukuran yang mempunyai Nilai bulat, dan
biasanya diberi symbol. Data distrik tidak dapat dilaporkan sebagai bagain-bagian.
Contohnya adalah jenis kelamin individu, jumlah anggota suatu tim, dan
sebagainya.
2)
Data Kontinu: Adalah data pengukuran yang dapat mempunyai sejumlah nilai dalam
range tertentu. Nilai dapat dilaporkan sebagai bagian-bagian. Contohnya adalah
waktu tempuh dalam perlombaaan renang atau lari, jarak tempuh dalam suatu
perlombaan, dan sebagainya.
SKALA DATA
Data dapat dikelompokan ke dalam empat karegori yang
bergantung pada banyak-nya informasi yang diberikan. Empat karegori skala
tersebut adalah:
1.
Skala Nominal
Skala nominal adalah skala yang
ditetapkan berdasarkan penggolongan/ pengelompokkan tertentu, dan nama-nama
diberikan pada variabel sebagai sebuah karegori di mana setiap karegori saling
melengkapi, contoh: laki-laki dan perempuan..skala ini merupakan skala paling
sederhana, karena pada beberapa skala nominal hanya memiliki dua karegori saja,
misalkan. Jenis kelamin. Tetapi yang lainnya dapat memiliki lebih dari dua
karegori, misalnya: status perkawinan, pekerjaan, warna mata, atau ras.
2.
Skala Ordinal
Skala ordinan adalah skala yang disusun
atas jenjang atribut tertentu, misalnya: rangking keras, urutan finish. Skala
ordinal hanya menginformasikan urutan, tetapi tidak menunjukkan besar perbedaan
dari urutan satu ke urutan yang berikutnya. Contoh: Urutan finish dalam
perlombaan lari 10 km menginformasikan berapa selisih waktu antara pelari
pertama dengan pelari kedua.
3.
Skala Interval
Skala interval adalah skala yang
menginformasikan urutan variabel dengan menggunakan satuan-satuan pengukuran
yang sama. Jaraknya sama untuk setiap bagian skala, sehingga memungkinkan untuk
mengetahui perbedaan antara urutan pertama dengan urutan kedua. Skala interval
tidak memiliki titik nol yang benar. Contoh: temperature, 90 C adalah 10 C
lebih panas daripada 80 C
4.
Skala Rasio
Skala rasio adalah skala yang memiliki
semua karakteristik dari skala interval dan memiliki titik nol yang merupakan
skala rasio adalah: tinggi, berat, waktu, dan jarak. Contoh: 9 menit adalah 3
kali lebih lama daripada 3 menit 20 kg adalah 4 kali lebih berat daripada 5 kg
Macam-Macam Prosedur Statistik
1.
Statistik Parametrik, Antara Lain:
1)
Independent
sample-t-test
2)
Paired
sample-t-test
3)
Analisis varians
(ANOVA)
4)
Analisis
kovarians (ANACOVA)
5)
Korelasi product
moment
6)
Statistik Non Parametrik, Antara Lain:
1)
Uji Chi-Square
2)
Uji Manna-Whitney
3)
Uji Wilcoxon
4)
Uji
Kruskal-Wallis
5)
Koretasi Spearman
Contoh Aplikasinya
Pembuatan
Tabel
“Lima siswa dalam perkuliahan biomekanika berusia
berturut-turut 17, 18, 18, 20 dan 21 tahun, mempunyai pengalaman berlari
kompetitif setiap
tahun antara 2-6 kali dan berat badan mereka antara 72-82 kg”.
Beberapa data berikut diatas, dapat
lebih jelas dihadirkan dalam bentuk tabel seperti di bawah ini :
Tabel: Data
5 siswa berpengalaman peserta kompetisi lari tahunan
|
No |
Usia
(Tahun |
Berat
Badan (Kg) |
Pengalaman
berlari (Tahun) |
|
1. |
17 |
82 |
3 |
|
2. |
18 |
79 |
4 |
|
3. |
18 |
72 |
4 |
|
4. |
20 |
76 |
2 |
|
5. |
21 |
80 |
6 |
|
|
|
|
|
Skala
Nominal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Skala
Ordinal |
|
PENGANTAR STATISTIKA |
|
Skala Data |
|
|
|
|
|
Skala
Interval |
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Skala
Rasio |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Statistik
Parametrik |
|
|
|
Macam Prosedur Statistik |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Statistik
Non Parametrik |
|
|
|
|
|
|
|
|
Pembuatan Tabel |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
PENGORGANISASIAN DATA |
|
Distribusi Frekuensi |
|
|
|
|
|
|
Histogram |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Grafik |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Polygon Frekuensi |
|
|
|
Mean |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Median |
|
|
|
UKURAN KECENDERUNGAN TENGAH |
|
|
|
|
|
|
|
Mode |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Varian |
|
|
|
UKURAN PENYEBARAN (VARIABILITAS) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Stantar Deviasi |
|
|
|
|
|
Kurva Berbentuk Lonceng |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Simetris terhadap sumbu vertikal |
|
|
DISTRIBUSI NORMAL |
|
|
|
|
|
|
Skor terbesar di tengah kurva |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Semua ukuran (Mean, Median, Mode) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Teori Sampel |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Estimasi |
|
|
TEORI SAMPEL DAN ESTIMASI |
|
|
|
|
|
Interval Konfidensi (Confidence Interval) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Derajat Kebebasan (Degree of Freedom) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tingkat Signifikan Level of Sicnificance) |
|
UJI NORMALITAS
UJI KESAMAAN VARIAN
(HOMOGENITAS)
PENGUJIAN HIPOTESIS
|
|
|
Dua Sampel Bebas (Independent) |
|
|
|
|
|
|
|
UJI BEDA DUA RATA-RATA (Uji-t) |
|
Dua Sampel Berhubungan (Dependent) atau
Correlated Sample |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Uji-t untuk Varian Heterogen |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
ANALISIS VARIAN
PROSEDUR TUKEY’S
(HSD)
|
|
|
Koefisien Korelasi Product Moment (Pearson) |
|
|
|
|
|
|
|
KORELASI |
|
Rank-Order Correlation Coefficient (Spearman) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Uji Kebermaknaan Koefisien Korelasi |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Koefisien Determinasi |
|
|
|
|
Analisis Regresi Linear: |
|
|
|
|
|
|
|
ANALISIS REGRESI |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Analisis Regresi Linear: |
|
|
|
|
|
|
ANALISIS KOVARIANS
UJI MANN-WHITNEY
UJI WILCOXON
UJI KRUSKAL-WALLIS
2 Sampel Berhubungan 2 Sampel
Bebas Estimasi
Sampel Standar
devisi Varians Modus Median Uji –T- Untuk Varians Hetrogen Hipotesis 1 Hipotesis Nol Statistic inferensial Statistic Deskriptif Distribusi
Frekuensi Grafik Mean Pemnbuatan
Tabel
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()



![]()
![]()

![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()

![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()


![]()
![]()
![]()



BAB II
PENGORGANISASIAN
DATA
Seringkali tidak mungkin untuk
menyajikan sejumlah besar data individu tanpa mengorganisasikan data tersebut ke dalam bentuk yang sistematik. bentuk yang umum untuk
pengorganisasian data adalah tabel dan grafik. Grafik umumnya lebih mudah untuk
dipahami terutama jika ingin melihat suatu hubungan, namun pembuatan tabel
secara terorganisir akan memberikan informasi yang lebih luas untuk pembaca.
Kegunaan dari table dan grafik dalam beberapa situasi, akan didiskusikan dalam
bab ini.
A.
PEMBUATAN TABEL
Selalu
mungkin untuk melibatkan data kuantitatif sebagai bagian dari teks yang
ditulis. sebagai contoh, dapat dituliskan : “Lima
siswa dalam perkuliahan Biomekanika, berusia berturut – turut 17, 18, 18, 20,
dan 21 tahun, mempunyai pengalaman berlari kompetitif antara 2 – 6 tahun, dan
berat badn mereka antara 72 – 82 kilogram”.
Beberapa
data diatas, dapat lebih jelas dihadirkan dalam bentuk tabel seperti berikut.
Tabel 2.1
Usia, Berat badan, dan
Pengalaman berlari dari Siswa
dalam Perkuliahan
Biomekanika
(n = 5)
|
Nomor
Siswa |
Usia (
tahun) |
Berat
Badan (kg) |
Pengalaman
berlari (tahun) |
|
1 2 3 4 5 |
17 18 18 20 21 |
82 79 72 76 80 |
3 4 4 2 6 |
B.
DISTRIBUSI FREKUENSI
Teknik lain
untuk pengorganisasian data adalah distribusi frekuensi. prosedur ini sering digunakan
untuk data kuantitatif dalam penelitian eksperimen.
Distribusi
frekuensi dibedakan menjadi due, yaitu : (1) distribusi frekuensi tunggal, dan (2) distribusi frekuensi dikelompokkan.
1.Distribusi frekuensi adalah sebuah tabel
dimana semua unit – unit skor didaftar dalam suatu kolom dan banyaknya individu
– individu masing – masing skor nampak
sebagai frekuensi dalam kolom ke dua.
Distribusi Frekuensi Tunggal Jika jarak skor kecil (tidak lebih dari 20 unit skor),skor – skor ini
dapat didaftar dalam urutan ranking yang sederhana dari tertinggi sampai
terendah dalam kolom pertama fan frekuensi (f) dimasukkan dalam kolom kedua. Skor f 15 1 14 0 13 3 12 2 11 6 10 5 9 2 8 4 7 1 6 2 N = 26 Distribusi Frekuensi
Dikelompokkan Jika jarak skor besar (lebih dari 20 unit skor), ini dikelompokkan ke
dalam interval kelas dari luasnya sama dalam kolom satu dan frekuensi yang
berhubungan dalam kolom dua. Interval
kelas f f kum 42
– 44 3 120 39
– 41 11 117 36
– 38 8 106 33
– 35 23 98 30
– 32 35 75 27
– 29 14 40 24
– 26 10 26 21
– 23 9 16 18
– 20 6 7 15
– 17 1 1 N = 120
2.Aturan untuk pembuatan interval kelas
a. menemtukan range
R = data tertinggi – data
terendah
b.menentukan banyak kelas (k), mengikuti aturan Sturges
k = 1 = 3,3 log n
dengan n = banyak data
c. menentukan panjang
interval kelas (i), i =
..............
CONTOH 2
Berikut
adalah sekelompok skor kekuatan isometrik fleksi siku (dalam kg) dari mahasiswa
tingkat pertama suatu universitas (n = 40).
Tabel frekuensi dari data diatas,
dapat diberikan sebagai berikut.
Data terbesar = 49 ; data
terkecil ; 29 ; sehingga rentang (R) = 20
Banyak kelas, k = 1 +
3,3 log n
= 1 + 3,3 log 40
= 6,29 » 7
Panjang interval kelas :
i = rentang : banyak kelas
= 20 : 6,29
= 3,18 » 3
|
Nilai |
Frekuensi (f) |
|
29 – 31 32 – 34 35 – 37 38 – 40 41 – 43 44 – 46 47 - 49 |
4 4 5 6 9 6 6 |
|
|
40 |
C.
GRAFIK
Data sering
juga disajikan dalam bentuk grafik, karena dapat memberikan kemudahan bagi
pembaca dalam menginterpretasikan data. Ada beberapa macam grafik dapat
digunakan untuk menyajikan data, misalnya: grafik batang (histogram), grafik
garis, grafik lingkaran, dan frekuensi poligon.
Histogram dan Polygon Frekuensi
1.Histogram atau grafik batang dan polygon frekuensi adalah
sama. Keduanya dibangun dari distribusi frekuensi.
2.Skor digambarkan sepanjang garis dasar horizontal yang
disebut sebagai absis atau sumbu X. Frekuensi (banyaknya / persentase kasus)
digambarkan sepanjang sumbu vertikal, yang disebut sebagai ordinat atau sumbu Y.
a. Untuk histogram atau grafik batang, luas dari
masing – masing batang berhubungan dengan batasnyata (riil) dari luas maing –
masing kelas interval. Tinggi masing – masing batang berhubungan dengan
frekuensi atau persentae kasus dalam interval kelas tersebut (Gambar 2.a).
b.Untuk frekuensi polygon,
titik – titik dirancang melalui titik – titik tengah dari masing – masing
interval kelas ( Gambar 2.b).
c. Untuk proporsi grafik
yang baik, sumbu vertikal harus dua pertiga panjang sumbu horizontal.

F
r
e
k
u
e
n
s
i
Nilai
Gambar 2.a. Histogram
F
r
e
k
u
e
n
s
i
Nilai
Gambar 2.b. Polygon
2. Skema
Contoh aplikasi analisis:
Soal 1.
A. PENGORGANISASIAN
DATA
Berikut adalah sekelompok skor kekuatan isometrik.
Fleksi siku dari 40 mahasiswa tingkat pertama suatu universitas (n = 40)
41 46 39 42 34 39 47 49
29 37 42 38 45 43 36 31
42 34 44 45 30 46 42 43
38 43 32 40 35 41 39 45
36 48 30 49 47 33 37 48
1)
Data terbesar = 49, data terkecil = 29,
R = 20
2)
Banyak kelas k =
1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log
40
= 6,29 ≈ 7
3) Panjang
interval kelas :
1
= rentang : banyak kelas
= 20 : 6,29
= 3, 18 ≈ 3
|
Nilai |
Frekuensi (f) |
|
29 – 31 32 – 34 35 – 37 38 – 40 41 – 43 44 – 46 47 – 49 |
4 4 5 6 9 6 6 |
|
|
40 |
Grafik Histogram

Polygon Frekuensi

Statistik Diskriptif.
1.Tehnik Yang biasa digunakan adalah:
· Distribusi Frekuensi.
· Frekuensi Grafis, seperti: Histogram, Pie Chart dsb.
· Mencari Terndensi Sentral, seperti: Mean, Median dan
Modus.
2.
Contoh Kasus.
Pemberdaya pembinaan prestasi olahraga pencaksilat
ingin mengetahui gambaran ringkas mengenai banyaknya peminat para pesilat dalam
mengikuti pembinaan prestasi selama 1 tahun di Sasana INDONESIA MUDA.
3.
Prosedur Penghitungan (Komputasi).
a.
Diketahui :
Tabel 01 : Distribusi
Frekuensi Data peserta latihan Pembinaan Prestasi Pencaksilat SASANA INDONESIA
MUDA tahun 2020.
|
NO. |
B U L A N |
JUMLAH (satuan orang) |
|
01. |
JANUARI |
1.200. |
|
02. |
FEBRUARI. |
1.345. |
|
03. |
MARET. |
1.435. |
|
04. |
APRIL. |
1.324. |
|
05. |
MEI. |
1.768. |
|
06. |
JUNI. |
1.654. |
|
07. |
JULI. |
1.543. |
|
08. |
AGUSTUS. |
1.556. |
|
09. |
SEPTEMBER. |
1.600. |
|
10. |
OKTOBER. |
1.685. |
|
11. |
NOPEMBER. |
1.705. |
|
12. |
DESEMBER. |
1.754. |
(Sumber data : Ilustrasi
Purbodjati awal tahun 2020).
b.
Hitunglah Berapakah ? :
1.
Mean = Nipura =
Rerata ( x ).
2. Median = Titik Tengah (Md).
3. Mode (Mo).
4. Standar Deviasi (s).
5. Varians = Sampel Variansi (s2).
6. Berapa dan pada bulan apakah peserta terkecil (minimal
= T ) dan terbesar (maksimal =T ) ?.
c.
Sajikanlah informasi
kegiatan teresebut dalam bentuk:
(1)
Tabel Jumlah Peserta Paling Banyak (Maksimal);
Rata-rata dan Paling Sedikit (Minimal);
Pada Latihan Pembinaan Prestasi
Pencaksilat Pada SASANA INDONESIA MUDA Tahun 2020.
(2)
Grafik (a.
Diagram Garis; b. Peta Balok; c. Diagram Lingkar; d. Piktograf; dan e. Peta
Statistik.) Jumlah Peserta Latihan Pembinaan Prestasi Pencaksilat Pada Sasana INDONESIA MUDA Tahun 2020 di Kabupaten
Magetan Jawa Timur.
2.Permasalahan
:
Menurunnya prestasi pencaksilat Indonesia ke
peringkat 2 Dunia beberapa tahun terakhir, menyadarkan perguruan besar
Pencaksilat di wilayah eks Karesidenan Madiun untuk memacu potensi prestasi
atletnya (peningkatan konsepsi dan strategi peneguhan nation and character building/nasionalisme berdimensi prestise dan
prestasi namgsa) berbasis riset (base of
research) ilmiah.
a.
Pada Persaudaraan
Setia-Hati Terate dilakukan penelitian tentang masalah Produktivitas
Program Pemassalan (P3massal) dan
Produktivitas Program Pembinaan Prestasi
(P3prestasi) Olahraga Pencaksilat Periode Tahun 2020 – 20224.
b. Hipotesa dirumuskan : Terjadi hubungan (korelasi) yang signifikan
antara Produktivitas Program Pemassalan dengan Program Pembinaan Prestasi Atlet
Pencaksilat.
c.
Proses
pengambilan sample dilakukan secara random (acak) dan datanya berdistribusi
normall (homogen).
3. Ditanyakan :
Buktikan hipotesa tersebut apabila diketahui bahwa r tabel (0,05) = 0,576 dibandingkan dengan koefisien korelasi hasil
perhitungan statistic uji korelasi (rhitung) yang datanya adalah
sebagai berikut (Tabel: persiapan penghitungan (komputasi) korelasi produk
moment Pearson.) :
Tabel : Distribusi
tunggal data ttg. Produktivitas Program Pemassalan (P3massal) dan Program
Pembinaan Prestasi (P3prestasi) Olahraga Pencaksilat Pada Persaudaraan-Setia-Hati Terate Periode 2010 -
2020.
|
NO. |
TAHUN. |
P3massal ( X ). |
P3pres tasi ( Y ). |
XY. |
X2. |
Y2. |
|
(1). |
(2). |
(3). |
(4). |
(5). |
(6). |
(7). |
|
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. |
1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 |
183,44 250,29 320,76 474,61 669,00 937,52 1.250,09 1.602,96 2.006,39 2.488,34 3.279,50 |
36,88 42,55 40,81 49,92 76,51 81,73 98,35 141,96 152,19 165,89 205,18 |
6.765,27 10.649,84 13.090,22 23.692,53 51.185,19 76.625,51 122.946,35 227.556,20 305.352,49 412.790,72 672.789,43 |
33.650,23 62.645,08 102.886,98 225.254,65 447.561,00 878.943,75 1.562.725,01 2.569.480,76 4.025.600,83 6.191.835,96 10.755.120,25 |
1.360,13 1.810,50 1.665,46 2.492,01 5.853,78 6.679,79 9.672,72 20.152,64 23.161,80 27.519,49 42.086,52 |
|
N = ……. |
|
£ X = …………….. |
£ Y = …………….. |
£ XY = ………………. |
£ X2 = …………………. |
£ Y2 = ………………. |
Capaian kompetensi minimal:
Mahasiswa mampu menyajikan data dengan metode statistik deskriptif.
STATISTIKA DASAR
(CARA PENYAJIAN DATA STATISTIKA)
I. PENGERTIAN DATA
Dalam
statistika dikenal beberapa jenis data.
Data dapat berupa angka dapat pula
bukan berupa angka Data berupa angka disebut data kuantitatif dan data yang bukan
angka disebut data kultlitatif.
Berdesarkan uilainya dikenal dua jenis data kuantitatif
yaitu data diskrit yang diperoleh dari
hasil perhitungan dan data kontinue yang
diperoleh dad hasil pengukuran.
Menurut sumbernya
data dibedakan menjadi
dua jenis yaitu data interen adalah data
yang bersumber dari dalam suatu
instansi atau lembega pemilik data dan data ekteren yaitu
data yang diperoleh dari luar.
Data
eksteren dibagi menjadi
dua jenis yaitu data
primer dan data sekunder_ Data primer adalah
data yang langsung
dikumpulkan oleh orang
yang berkepentingan dengau data
tersebut dan data sekunder adalah data yang tidak secara langsung dikumpulkan oleh orang yang
berkepemingan dengan data iersebui,
.lenis-Jenis Statlstika
Staustika dibedakan
berdasarkan jenisuya
menjadi dua yaitu
Suutstika. Deskriptif yaitu berkaitan dengan
metode atau cara mendeskripsikan dan Statistika inferensia yang berkaitan dengan caara
penarikan kesirnpulan berdasarkan data yang diperoleh dari sampel .
Populasi
dan Sampel
Poputasi
adalah himpunan dari seturuh objek yang
mempunyai karakteristik (sifat)
yang sama umuk dijadikan sasaran
penelitian. Sampel adalah bagian dari penelitian yang dijadikao dasar dalam penarikan
kesimpulan.
II. CARA MENGUMPULKAN DATA
Umuk mernperoleh data yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan keabsahnanya. data harus dikurnpulkan dengan cara dan proses yang benar, Terdapat beberapa cara atau teknik untuk mengumpulkan data yatu :
1.
STATISTIKA DASAR (CARA PENYAJIAN
DATA STATISTIKA)
I. PENGERTIAN DATA
Dalam
statistika dikenal beberapa jenis data. Data dapat berupa angka dapat pula
bukan berupa angka. Data berupa angka disebut data kuantitatif dan data yang
bukan angka disebut data kualitatif.
Berdasarkan
nilainya dikenal dua jenis data kuantitatif yaitu data diskrit yang diperoleh
dari hasil perhitungan dan data kontinue yang diperoleh dari hasil pengukuran.
Menurut
sumbernya data dibedakan menjadi dua jenis yaitu data interen adalah data yang
bersumber dari dalam suatu instansi atau lembaga pemilik data dan data eksteren
yaitu data yang diperoleh dari luar.
Data
eksteren dibagi menjadi dua jenis yaitu data primer dan data sekunder. Data
primer adalah data yang langsung dikumpulkan oleh orang yang berkepentingan dengan
data tersebut dan data sekunder adalah data yang tidak secara langsung
dikumpulkan oleh orang yang berkepentingan dengan data tersebut.
Jenis – Jenis Statistika
Statistika
dibedakan berdasarkan jenisnya menjadi dua yaitu Statistika Deskriptif yaitu
berkaitan dengan metode atau cara mendeskripsikan dan Statistika Inferensia
yang berkaitan dengan cara penarikan kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh
dari sampel
.
Populasi dan Sampel
Populasi
adalah himpunan dari seluruh objek yang mempunyai karakteristik (sifat) yang
sama untuk dijadikan sasaran penelitian. Sampel adalah bagian dari penelitian
yang dijadikan dasar dalam penarikan kesimpulan.
II. CARA MENGUMPULKAN DATA
Untuk memperoleh data
yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya, data harus
dikumpulkan dengan cara dan proses yang benar. Terdapat beberapa cara atau
teknik untuk mengumpulkan data yaitu :
1. Wawancara
(interview) yaitu cara untuk mengumpulkan data dengan mengadakan tatap muka
secara langsung.
2. Kuesioner
(angket) adalah cara mengumpulkan data dengan mengirim atau menggunakan
kuesioner yang berisi sejumlah pertanyaan
3. Observasi
(pengamatan) adalah cara mengumpulkan data dengan mengamati obyek penelitian
atau kejadian baik berupa manusia, benda mati maupun gejala alam.
4. Tes dan
Skala Obyektif adalah cara mengumpulkan data dengan memberikan tes kepada obyek
yang diteliti.
5. Metode
proyektif adalah cara mengumpulkan data dengan mengamati atau menganalisis
suatu obyek melalui ekspresi luar dari obyek tersebut dalam bentuk karya
lukisan atau tulisan.
III.
PENYAJIAN DATA
Secara garis besar ada
dua cara penyajian data yaitu dengan daftar atau tabel dan diagram atau grafik.
Dua cara penyajian data ini saling berkaitan karena pada dasarnya sebelum
dibuat grafik data tersebut berupa tabel.
Penyajian data berupa
grafik lebih komunikatif. Dilihat dari waktu pengumpulannya, dikenal dua jenis
data yaitu : Cross section data adalah data yang dikumpulkan pada suatu waktu
tertentu.
Data berkala adalah data
yang dikumpulkan dari waktu ke waktu. Dengan data berkala dapat dibuat garis
kecenderungan atau trend. Penyajian data dengan tabel
Tabel atau daftar
merupakan kumpulan angka yang disusun menurut kategori atau karakteristik data
sehingga memudahkan untuk analisis data.
Ada tiga jenis tabel
berdasarkan komponennya yaitu : Tabel satu arah atau satu komponen adalah tabel
yang hanya terdiri atas satu kategori atau karakteristik data.
Tabel berikut ini adalah contoh tabel satu arah.
Banyaknya Pegawai Negeri
Sipil Menurut Golongan Tahun 1990
Golongan Banyaknya
(orang) I 703.827 II 1.917.920 III 309.337 IV 17.574 Jumlah 2.948.658 Sumber :
BAKN, dlm Statistik Indonesia, 1986

Tabel dua arah atau dua komponen adalah tabel yang menunjukkan dua
kategori atau dua karakteristik.
Tabel berikut ini adalah contoh tabel dua arah.
Jumlah Mahasiswa
Universitas Pelita Harapan (UPH) menurut Fakultas dan Kewarganegaraan 1995,
Fakultas, WNI, WNA, Jumlah,
Fak. Ekonomi 1850, 40, 1890,
Fak. Teknologi Industri 1320. 10, 1330,
Fak. Seni Rupa &
Design, 530, 5, 35,
Fak. Pasca Sarjana, 250, 10, 260,
Jumlah, 3950, 65, 4015,
(Sumber : Data Buatan)
![]()
Tabel tiga arah atau tiga komponen adalah tabel yang menunjukkan tiga
kategori atau tiga karakteristik.
Contoh tabel berikut ini.
Jumlah Pegawai Menurut
Golongan,Umur dan Pendidikan pada Departeman A Tahun 2000
Golongan, Umur (tahun), Pendidikan
25 – 35, > 35,
Bukan Sarjana
I 400 500 900 0
II
450 520
970 0
III 1200 2750
1850 2100
IV 0 250 0 250
Jumlah 2.050
4020 3720 2350
![]()
Terdapat dua jenis berdasarkan jenis datanya, yaitu:
1. Daftar Distribusi Data Tunggal
Contoh : Diketahui data berat badan
siswa (dalam kg) sebagai berikut : 43, 40, 47, 40, 40, 43, 47, 43, 43, 43 51, 51, 40, 43, 43, 43,
48, 47, 48, 40 48, 43, 47, 48, 51, 47, 51, 43, 43, 43 48, 43, 51, 47, 43, 47,
51, 51, 47,43
Tabel distribusi frekuensi data berat
badan siswa (dalam kg):
|
Berat Badan (Kg) |
Turus/Tally |
Frekuensi |
|
40 |
IIIII |
5 |
|
43 |
IIIII IIIII IIII |
14 |
|
47 |
IIIII III |
8 |
|
48 |
IIIII I |
6 |
|
51 |
IIIII II |
7 |
2. Daftar Distribusi Data Kelompok
(Bergolong)
Contoh: Diketahui data nilai ulangan
matematika sebagai berikut:
70, 68, 44, 40, 89, 46, 70, 71, 83, 92
51, 51, 43, 53, 63, 73, 58, 77, 78, 80 58, 63, 67, 78, 68, 81, 87, 61, 54, 49
88, 93, 71, 47, 67, 66, 71, 74, 47, 60
Tabel: Distrinusi Bergolong Nilai Matematika 39
Peserta Didik
SMU Negeri 1 Atlantis Tahun 2021
![]()
Penyajian
data dengan grafik/diagram
Penyajian data dengan grafik dianggap
lebih komunikatif karena dalam waktu singkat dapat diketahui karakteristik dari
data yang disajikan.
Terdapat
beberapa jenis grafik yaitu :
Grafik
garis (line chart),
Grafik garis atau diagram garis dipakai
untuk menggambarkan data berkala. Grafik garis dapat berupa grafik garis
tunggal maupun grafik garis berganda.
Contoh:
![]()
Grafik
batang / balok (bar chart)
Grafik batang pada dasarnya sama fugsinya dengan grafik garis yaitu untuk
menggambarkan data berkala.
Grafik batang juga terdiri dari grafik
batang tunggal dan grafik batang ganda.
Contoh:
![]()
Grafik
lingkaran (pie chart)
Grafik lingkaran lebih cocok untuk
menyajikan data cross section, dimana data tersebut dapat dijadikan bentuk
prosentase.
Contoh :
![]()
Grafik
Gambar (pictogram)
Grafik ini berupa gambar atau lambang
untuk menunjukkan jumlah benda yang dilambangkan.
Grafik
Berupa Peta (Cartogram).
Cartogram adalah grafik yang banyak
digunakan oleh BMG untuk menunjukkan peramalan cuaca dibeberapa daerah.
PENYAJIAN
DATA HASIL PENELITIAN :
Nama Negara Proyeksi Pertumbuhan PDB
beberapa negara Asia tahun 2008 versi IMF
China Persentase (%) India 10 Pakistan
8.4 6.5 Singapura Indonesia Malaysia Filipina Thailand Korsel Taiwan 5.8 6.1
5.6 5.8 4.5 4.6 3.8
Sumber : http://dataskripsi.blogspot.com/

Dalam
bentuk Grafik :
1.Grafik Batang
1400 1200 1000 800 600
Kota 400 Desa 200
Kota+Desa 0
![]()
2. Grafik
Lingkaran
Persentase, China, India,
Pakistan Singapura Indonesia Malaysia Filipina Thailand
Pie chart:
Poyeksi Pertumbuhan PDB 8 Negara Asia
Tahun 2008
![]()
3. Grafik
Garis
Persentase Proyeksi
Pertumbuhan Taiwan Korsel Persentase (%) Thailand Filipina Malaysia Indonesia
Singapura Pakistan India China 10 8 6 4 2 0 Persentase (%) Proyeksi Pertumbuhan
PDB beberapa negara Asia tahun 2008 versi IMF
Grafik:
Poyeksi Pertumbuhan PDB 10 Negara Asia
Tahun 2008
![]()
4. Grafik
Peta
Proyeksi Pertumbuhan PDB
beberapa negara Asia tahun 2008 versi IMF 10 5 0 Persentase

5. Grafik
Gambar
Proyeksi Pertumbuhan PDB
beberapa negara Asia tahun 2008 versi IMF
Taiwan Korsel China 10 8
6 4 2 0 Thailand India Pakistan Singapura Filipina Indonesia Malaysia
Interpretasi
Grafik Gambar:
Poyeksi Pertumbuhan PDB 10 Negara Asia
Tahun 2008
![]()
Data:
Dari hasil penyajian data
menggunakan tabel dan grafik di atas, dapat diinterpretasikan bahwa dari 10
sampel yang diambil dari benua Asia menunjuk bahwa Negara yang proyeksi
pertumbuhan PDBnya paling tinggi menurut IMF adalah Negara China yaitu dengan
presentase 10%, lalu diikuti Negara India dengan presentasi 8.4 %, kemudian
negara Pakistan dengan presntase 6.5%, dan posisi terakhir diduki oleh Negara
Taiwan yaitu dengan prsentase 3.8%.
Keterangan Data: Data
hasil penelitian ini merupakan jenis data kuantitatif, karena berupa angka yang
mendeskripsikan jumlah proyeksi pertumbuhan PDB di Asia dengan 10 sampel
menurut IMF.
Dan data ini merupakan
jenis data kuantitatif diskrit, karena diperoleh dari hasil perhitungan.
Pengambilan data ini berasal dari sumber luar, sehingga data ini disebut data
ekstern serta data ekstern sekunder, karena diperolah dari pihak lain, yaitu
seperti data ini diperoleh dari blog seseorang yaitu dataskripsi.blogspot.com.
Populasi dari data
penelitian ini adalah benua Asia dan sampelnya adalah 10 negara di Asia. Data
ini merupakan jenis data tunggal.
Metode pengumpulan data
ini menggunakan metode observasi, karena cara mengumpulkan data dengan
mengamati obyek penelitian atau kejadian baik berupa manusia, benda mati maupun
gejala alam.
Interpretasi Data:
Darl hasil penyajian data menggunakan tabel dan grafik diatas, dapat dinterpretasikan bahwa dari 10 sampel
yang dlambil dari benua Asia menunjuk bahwa Negara yang proyeksi pertumbuban PDBnya paling tinggi menurut IMF adalah Negara China yaitu dengan presentase 10%, lalu diikutl Negara India dengan presentasl 8.4% kemudian negara
Pakistan dengan presntase 6.5%, dan posisi terakhlr diduduki oleh Negara Taiwan
yaitu dengan persentase 3,8%.
Keterangan Data:
Data hasil penelitian Ini merupakan jenis data kuantitatif, karena berupa angka yang mendeskripsikan Jumlah proyeksi pertumbuhan Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) di Asia dengan 10 sampel menurut lM F. Dan data ini merupakan jenis data kuantitatif diskrit karena diperoleh dari hasil perhhungan.
Pengambilan data ini berasal dari sumber luar, sehingga data lni disebut dat ekstern serta data ekstern sekunder. karena diperolah dari pihak lain. yaitu seperti data ini diperoleh dari blog seseorang yairu dataskripsi.blcgspot.com.
Populusi dan data penelitiau ini adalah benua Asia dan sampelnya adalah 10 negara di Asia, Data ini merupakaa jenis data tunggaL Metode pengumpulan data lni rnenggunakan metode observasi, karena cara mengumpulkan data dengan rnengamati obyek penelitian atau kejadian baik berupa manusia, benda mati maupun gejala alam,
BAB III
UKURAN
KECENDERUNGAN TENGAH
A.
MEAN
Ukuran
kecenderungan tengah yang sering dikembangkan dalam analisis statistik adalah
mean.
Mean (rata-rata) adalah
jumlah skor dibagi oleh banyak skor dalam distribusi.
![]()
Dimana :
= rata-rata sampel
= jumlah skor dalam
sampel
n =
banyak skor
CONTOH 3.1
Berikut adalah
sampel dari 8 variat : 2, 3, 5, 9, 11, 12, 13, 14
Nilai rata-rata adalah : ![]()
Penentuan nilai
rata-rata, dapat juga menggunakan rumus :
atau
untuk dapat
dikelompokkan,
Dimana xi = nilai tengah
interval kelas
CONTOH 3.2
|
Data (x) |
Frekuensi (f) |
fx |
|
|
5 |
3 |
15 |
|
|
6 |
7 |
42 |
|
|
7 |
12 |
84 |
|
|
8 |
6 |
48 |
|
|
9 |
2 |
18 |
|
|
|
Sf = 30 |
Sfx = 207 |
CONTOH 3.3 (Data dikelompokkan)
|
Skor |
xi |
fi |
fixi |
|
|
29 – 31 |
30 |
4 |
120 |
|
|
32 – 34 |
33 |
4 |
132 |
|
|
35 – 37 |
26 |
5 |
180 |
|
|
38 – 40 |
39 |
6 |
234 |
|
|
41 – 43 |
42 |
9 |
378 |
|
|
44 – 46 |
45 |
6 |
270 |
|
|
47 – 49 |
48 |
6 |
288 |
Jika
skor-skor merupakan angka-angka besar, maka penentuan nilai rata-rata dapat
menggunakan rumus berikut.
![]()
Dimana :
: rata-rata sampel
xi : nilai
tengah interval
fo : hasil
kali antara sampel
n : banyak
anggota sampel
i : panjang
interval kelas
CONTOH 3.4
|
Skor |
xi |
fi |
d |
fd |
|
29 – 31 |
30 |
4 |
-4 |
-16 |
|
32 – 34 |
33 |
4 |
-3 |
-12 |
|
35 – 37 |
26 |
5 |
-2 |
-10 |
|
38 – 40 |
39 |
6 |
-1 |
-6 |
|
41 – 43 |
42 |
9 |
0 |
0 |
|
44 – 46 |
45 |
6 |
+1 |
+6 |
|
47 – 49 |
48 |
6 |
+2 |
+12 |
|
|
|
|
|
S fd = -26 |

B.
MEDIAN
Median (Me) adalah nilai tengah dari suatu distribusi.
Untuk penentuan nilai
median :
-
data
harus diurutkan dahulu (dari terkecil sampai terbesar)
-
Jika
banyaknya data adalah ganjil, dapat dipilih satu nilai yang ditengah.
-
Jika
banyaknya data adalah genap, maka pilih dua data di tengah, kemudian dijumlahkan
dan dibagi dua.
CONTOH 3.5
1) Data berikut : 4, 5, 2, 3, 7, 8, 4,
1, 12
Data diurutkan dahulu,
lalu ditentukan nilai tengahnya
1, 2, 3, 4, 4, 5, 7, 8,
12
Nilai median dari data
tersebut adalah : 4
2) Data berikut : 2, 3, 5, 9, 11, 12,
13, 14
Nilai median dari data
tersebut adalah : ![]()
Untuk data dikelompokkan,
median ditentukan dengan rumus :
Me = Bb + 
Dimana :
Bb : batas
bawah interval kelas
Cfb : frekuensi
kumulatif batas bawah interval kelas
fd : frekuensi
interval kelas
n : banyak
anggota sampel
i : panjang
interval kelas
CONTOH 3.6
|
Skor |
Bb |
f |
|
29 – 31 |
28,5 |
4 |
|
32 – 34 |
31,5 |
4 |
|
35 – 37 |
34,5 |
5 |
|
38 – 40 |
37,5 |
6 |
|
41 – 43 |
40,5 |
9 |
|
44 – 46 |
43,5 |
6 |
|
47 – 49 |
46,5 |
6 |
Me = Bb + 
C.
MODE (Modus)
Mode adalah skor yang paling sering terjadi (tampak) dalam suatu
distribusi. Di dalam suatu distribusi normal, mode mewakili skor-skor tengah.
Jika distribusi memiliki dua mode, dapat disebut bimodal, tetapi kadang-kadang
suatu distribusi tidak mempunyai mode. Mode biasanya dilambangkan dengan Mo.
CONTOH 3.7
Dari data berikut : 4, 5,
2, 3, 7, 8, 4, 1, 12
Modenya adalah 4
Untuk data yang
dikelompokkan, mode dapat ditentukan dari titik tengah kelas interval dengan
frekuensi terbanyak. Sebagai contoh, lihat tabel contoh 3.6, yang dipilih
sebagai kelas interval adalah 41-43, karena mempunyai frekuensi 9, sehingga
modenya adalah 42, atau dapat juga digunakan rumus berikut
Mo = Bb + ½ (i) = 40,5 +
(1/2 x 3) = 42
Dimana :
Mo : mode
distribusi
Bb : batas
bawah interval kelas
I : panjang
kelas interval
UKURAN KECENDERUNGAN TENGAH
|
18 |
21 |
10 |
21 |
12 |
17 |
21 |
20 |
13 |
22 |
11 |
12 |
12 |
16 |
|
8 |
16 |
20 |
10 |
10 |
16 |
16 |
19 |
4 |
7 |
10 |
17 |
20 |
14 |
|
19 |
10 |
23 |
6 |
7 |
14 |
14 |
19 |
10 |
10 |
11 |
12 |
15 |
15 |
|
13 |
15 |
18 |
23 |
5 |
14 |
19 |
13 |
17 |
3 |
19 |
9 |
15 |
13 |
|
19 |
16 |
10 |
19 |
12 |
16 |
15 |
14 |
16 |
8 |
20 |
15 |
15 |
14 |
|
13 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Data diatas adalah hasi; pengukuran
menendang depan selama 1 menit pada 71 pesilat pemula usia manula. Dari data
diatas diketahui
Data terbesar : 23
Data terkecil : 3
Banyaknya data : 71
a.
Range (R)
Range =
Data tertinggi – data terendah
R = 23 – 3
= 20
b.
Banyaknya kelas (k)
K = 1 +
3,3 log n
= 1
+ 3,3 log 71
= 1
+ 3,3 (1,8513)
= 1
+ 6,10929
= 7,10929
= 7,11
= 7
c.
Panjang interval kelas
I
= ![]()
= ![]()
|
Nilai |
xi |
fi |
fixi |
fk |
Bb |
|
3 – 5 |
4 |
3 |
12 |
3 |
2,5 |
|
6 – 8 |
7 |
5 |
35 |
8 |
5,5 |
|
9 – 11 |
10 |
11 |
110 |
19 |
8,5 |
|
12 – 14 |
13 |
16 |
208 |
35 |
11,5 |
|
15 – 17 |
16 |
17 |
272 |
52 |
14,5 |
|
18 – 20 |
19 |
13 |
247 |
65 |
17,5 |
|
21 – 23 |
22 |
6 |
132 |
71 |
20,5 |
|
S |
91 |
71 |
1016 |
|
|
v MEAN (Rata-rata)

v MEDIAN (Nilai Tengah)
Me = Bb
+
= 14,5 + ![]()
=
14,5 + ![]()
=
14,5 + ![]()
=
14,5 + (0,02) . 3
=
14,5 + 0,06 = 14,56
v MODUS
Mo = Bb + ½ (i) = 14,5 +
(½ x 3) = 14,5 + 1,5 = 16
Latihan mengerjakan
statistik descriptive.
1. Diketahui didapatkan 16 hasil penorganisasian tabel
data pengukuran dalam penelitian sebagai berikut:
Data
ke-1:
![]()
Data
ke-2:
![]()
Data ke-3:
![]()
Data ke-4:
![]()
Data ke-5:
![]()
Data ke-6:
Data ke-7:
![]()
Data ke-8:
Data ke-9:
![]()
Data ke-10:
Data ke-11:
Data ke-12:
Data ke-13:
![]()
Data ke-14:
![]()
Data ke-15:
![]()
Data ke-16:
![]()
2. Kerjakan statistic diskriptifnya
3. Sajikan hasilnya SESUAI ARAHAN CAPAIAN KOMPETENSI
MINIMAL TATAP MUKA (PERTEMUAN KELAS VIRTUAL KE- 3 & 4)..

















Komentar
Posting Komentar