TM-1 pengantar statistika
Statistik Diskriptif.
BAB I
PENGANTAR STATISTIKA
METODOLOGI STATISTIK :
BAGIAN
DESKFtIPTIV
I.
PENGANTAR
Dalam suatu research
seorang penyelidik dapat menggunakan dua jenis analisa, yaitu analisa statistik (statistical analysis) dan analisa non-statistic (nonstatistice analysis). Bab ini dan bab berikutnya dimaksudkan untuk menanggapi keperluan-keperluan analisa statistik.
Barangkali tidak perlu
dijelaskan bahwa dalam kesempatan yang sangat terbatas ini tidak mungkin semua
seluk-beluk statistik dapat diuraikan
seterang-terangnya. Malahan dasar-dasar dan teknik-teknik yang pokok saja tidak akan dapat diantarkan semua satu demi satu. Puaslah kita apabila bab-bab ini telah dapat memberikan ilustrasi-ilustrasi terpilih mengenai kerja statistik. Sukurlah jika yang sedikit ini dapat membangkitkan hasrat untuk memperdalam dasar-dasar,
teknik-teknik, dan kerja statistik yang sebenarnya, hal-hal mana dapat kita selidiki dari buku-buku yang khusus
dipersiapkan untuk mengantarkan kita pada persoalan-persoalan
tersebut.
1001.
PENGERTIAN
Istiah statistik pada
pokoknya mempunyai dua macam pengertian, yang luas dan yang sempit. Dalam
pengertian yang seempit kata statistik digunakan untuk
menunjuk semua kenyataan yang berwujut angka-angka tentang sesuatu kejadian khusus, seperti misalnya statistik kecelakaan lalulintas, statistik nikah-talak-rujuk, statistik kelahiran dan
kematian, statistik import dan eksport, statistik penerimaan mahasiswa, statistik kesegaran jasmani rakyat Indonesia dan sebagainya. (COBA SEBUTKAN STATISTIK APA SAJA DALAM KEOLAHRAGAAN ? Sebutkan
juga statistik yang ada pada disiplin ilmu dan profesi saudara apa saja ?).
Dalam pengertian yang
luas, yaitu pengertian teknik metodologik, statistik berarti cara-eara ilmiah yang dipersiapkan untuk mengumpulkan,
menyusun, menyajikan, dan menganalisa data penyelidikan
yang berwujut angka-angka. Lebih jauh daripada
itu statistik diharapkan dapat menyediakan dasar-dasar yang dapat
dipertanggung-jawabkan untuk menarik kesimpulan-kesimpulan yang benar dan
untuk mengambil keputusan-keputusan yang baik.
Jadi statistik adalah prosedur kerja yang meliputi, proses:
pengumpulan data, pengorganisasian/penyusunan data, menghitung/menganalisis
data, menyimpulkan/menginterptetasi hasil analisa data, dan menyajikan data
sehingga dapat menginformasikannya secara mudah dan cepat.
222
1002. LANDASAN KERJA STATISTIK
Statistik menggunakan karakterisitik jenis landasan kerja yang
pokok, yaitu: (1) variasi, (2) reduksi, dan (3) generalisasi.
Landasan kerja yang pertama didasarkan atas kenyataan bahwa seorang penyelidik selalu
menghadapi gejala - gejala yang
bermacam-macam, Gejala-gejala yang bervariasi, baik dalam jenisnya maupun dalam tingkatan besar-kecilnya.
Landasan kerja
yang kedua memberi
kesempatan kepada penyelidik untuk menyelidiki hanya sebagian dari
seluruh gejala atau kejadian yang hendak diselidiki. Penyelidikan
semacam ini, seperti telah kita ketahui, kita kenal dengan sebutan penyelidikan sampling
(sampling study).
Sungguhpun penyelidikan dilakukan terbadap hanya sebagian dari keseturuhan
gejala atau kejadian, namun kesimpulan daripadanya akan dikenakan atau diperuntukkan bagi keseluruhannya
dari mana sebagian gejala atau kejadian itu
diambil. Proses atau tata kerja semacam ini disebut generalisasi,
dan inilah landasan kerja yang ketiga daripada statistik.
1003.
CIRI-CIRI POKOK STATISTIK
Statistik mempunyai tiga macam ciri pokok:
(1 ) Bekerja dengan
angka-angka. Angka-angka ini dalam statistik mempunyai dua arti, yaitu angka sebagai jumlah yang menunjuklcan jurnlah atau frekwensi; dan angka yang menunjukkan nilai atau barga. Dalam arti yang terakhir ini angka mewakili atau mensimbulkan sesuatu kwalitas, misalnya angka kecerdasan, nilai sekolah, atau harga
kebajikan, kecepatan pulih asal
(recovery) atlit kecabangan olahraga dan sebagainya.
(1)
la bersifat obyektiv.
Kerja siatistik menutup pintu bagi masuknya unsur-unsur subyektiv yang dapat menyulap keinginan menjadi kenyataan
atau kebenaran. Statistik sebagai alat penilai kcnyataan tidak dapat berbicara lain kecuali apa adanya. Adapun apa arti dan bagaimana menggunakan kenyataan-kenyataan statistik itu adalah persoalan -persoalan lain yang berada di luar kompetensi statistik.
( 3) Ia basifat
universal dalam arti dapat digunakan hampir dalam semua bidang penyeltdikan. Penyelidikan - penyelidikan dalam wilayah ilmu-ilmu
eksakta, biologi, sosial, dan kebudayaan, semuanya dapat menggunakan statistik dengan keyakinan yang penuh. (COBA SEBUTKAN MASALAH PENELITIAN APA SAJA DALAM
KEOLAHRAGAAN ?)
1004,
MENGAPA STATIS'fIK ?
Kebanyakan dari kita mengira bahwa jika kita mempunyai kesimpulan dari
hasil penyelidikan kita terhadap kejadian-kejadian yang terbatas, kesimpulan itu berlaku dengan sempuma untuk
seluruh kejadian
Statistika adalah ilmu yang mempelajarinya cara
meringkas dan mengorganisasi data sehingga menjadi informasi yang mudah
dimengerti. Statistik berperan dalam penyusunan desain penelitian, penentuan
sample, penentuan hipotesis, pengembangan alat pengumpul data dan analisis
data, serta penarikan simpulan.
Statistik
dapat memberikan:
1)
Teknik
mengklasifikasikan
2)
Gambaran
kecenderungan rengah
3)
Ukuran yang
mensifatkan populasi/ menyatakan variasinya dan sebagainya.
Statistik dibedakan:
1.
Statistik
Deskriptif : Mempelajari
cara menyusun dan Menyajikan data(dalam bentuk tabel/ grafik). Pengukuran data
biasanya meliputi:(1) ukuran kecenderungan tengah, dan (2) ukuran variabilitas (penyebaran)
2.
Statistik
Interensial : Mempelajari
cara menarik Kesimpulan mengenai populasi berdasarkan data dari sample, melalui
uji hipotesis.
Untuk Uji Hipotesis, Statistik Dibedakan
Menjadi:
1)
Statistik Parametrik
Statistik yang dapat menggambarkan
parameter suatu objek (sifat-sifat sample dapat dikuantisasi), misalnya: kita dapat
menentukan rata-rata/rerata (mean/nipura)
dari suatu sample atau standar
deviasi suatu sample.
Statistik parametrik, mensyaratkan populasi berdistribusi normal dan varian
homogen. Sehingga, pada uji statistik parametrik
perlu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas.
2)
Statistik Non Parametrik
Statistik yang dapat mengkuantisasi
sifat-sifat sampel. Statistik ini digunakan untuk sampel-sampel kecil (varian
besar) dengan tipe data nominal dan ordinal
Pada statistik non parametrik, tidak
disyaratkan distribusi normal dan homogen.
Berdasarkan Jenis Data, dibedakan:
1) Data Diskrit
: Adalah data pengukuran yang mempunyai Nilai bulat, dan
biasanya diberi symbol. Data distrik tidak dapat dilaporkan sebagai bagain-bagian.
Contohnya adalah jenis kelamin individu, jumlah anggota suatu tim, dan
sebagainya.
2)
Data Kontinu: Adalah data pengukuran yang dapat mempunyai sejumlah nilai dalam
range tertentu. Nilai dapat dilaporkan sebagai bagian-bagian. Contohnya adalah
waktu tempuh dalam perlombaaan renang atau lari, jarak tempuh dalam suatu
perlombaan, dan sebagainya.
SKALA DATA
Data dapat dikelompokan ke dalam empat karegori yang
bergantung pada banyak-nya informasi yang diberikan. Empat karegori skala
tersebut adalah:
1.
Skala Nominal
Skala nominal adalah skala yang
ditetapkan berdasarkan penggolongan/ pengelompokkan tertentu, dan nama-nama
diberikan pada variabel sebagai sebuah karegori di mana setiap karegori saling
melengkapi, contoh: laki-laki dan perempuan..skala ini merupakan skala paling
sederhana, karena pada beberapa skala nominal hanya memiliki dua karegori saja,
misalkan. Jenis kelamin. Tetapi yang lainnya dapat memiliki lebih dari dua
karegori, misalnya: status perkawinan, pekerjaan, warna mata, atau ras.
2.
Skala Ordinal
Skala ordinan adalah skala yang disusun
atas jenjang atribut tertentu, misalnya: rangking keras, urutan finish. Skala
ordinal hanya menginformasikan urutan, tetapi tidak menunjukkan besar perbedaan
dari urutan satu ke urutan yang berikutnya. Contoh: Urutan finish dalam
perlombaan lari 10 km menginformasikan berapa selisih waktu antara pelari
pertama dengan pelari kedua.
3.
Skala Interval
Skala interval adalah skala yang
menginformasikan urutan variabel dengan menggunakan satuan-satuan pengukuran
yang sama. Jaraknya sama untuk setiap bagian skala, sehingga memungkinkan untuk
mengetahui perbedaan antara urutan pertama dengan urutan kedua. Skala interval
tidak memiliki titik nol yang benar. Contoh: temperature, 90 C adalah 10 C
lebih panas daripada 80 C
4.
Skala Rasio
Skala rasio adalah skala yang memiliki
semua karakteristik dari skala interval dan memiliki titik nol yang merupakan
skala rasio adalah: tinggi, berat, waktu, dan jarak. Contoh: 9 menit adalah 3
kali lebih lama daripada 3 menit 20 kg adalah 4 kali lebih berat daripada 5 kg
Macam-Macam Prosedur Statistik
1.
Statistik Parametrik, Antara Lain:
3)
Independent
sample-t-test
4)
Paired
sample-t-test
5)
Analisis
varians (ANOVA)
6)
Analisi
kovarians (ANACOVA)
7)
Korelasi
product moment
2.
Statistik Non Parametrik, Antara Lain:
8)
Uji
Chi-Square
9)
Uji
Manna-Whitney
10)
Uji Wilcoxon
11)
Uji
Kruskal-Wallis
12)
Koretasi Spearman
3. Contoh
Aplikasinya
Pembuatan Tabel
“Lima siswa dalam perkuliahan biomekanika berusia
berturut-turut 17, 18, 18, 20 dan 21 tahun, mempunyai pengalaman berlari
kompetitif setiap
tahun antara 2-6 kali dan berat badan mereka antara 72-82 kg”.
Beberapa data berikut diatas, dapat
lebih jelas dihadirkan dalam bentuk tabel seperti di bawah ini :
Tabel: Data
5 siswa berpengalaman peserta kompetisi lari tahunan
|
No |
Usia
(Tahun |
Berat
Badan (Kg) |
Pengalaman
berlari (Tahun) |
|
1. |
17 |
82 |
3 |
|
2. |
18 |
79 |
4 |
|
3. |
18 |
72 |
4 |
|
4. |
20 |
76 |
2 |
|
5. |
21 |
80 |
6 |
|
|
|
|
|
Skala Nominal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Skala Ordinal |
|
PENGANTAR STATISTIKA |
|
Skala Data |
|
|
|
|
|
Skala Interval |
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Skala Rasio |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Statistik Parametrik |
|
|
|
Macam Prosedur Statistik |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Statistik Non Parametrik |
|
|
|
|
|
|
|
|
Pembuatan Tabel |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
PENGORGANISASIAN DATA |
|
Distribusi Frekuensi |
|
|
|
|
|
|
Histogram |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Grafik |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Polygon Frekuensi |
|
|
|
Mean |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Median |
|
|
|
UKURAN KECENDERUNGAN TENGAH |
|
|
|
|
|
|
|
Mode |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Varian |
|
|
|
UKURAN PENYEBARAN (VARIABILITAS) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Stantar Deviasi |
|
|
|
|
|
Kurva Berbentuk Lonceng |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Simetris terhadap sumbu vertikal |
|
|
DISTRIBUSI NORMAL |
|
|
|
|
|
|
Skor terbesar di tengah kurva |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Semua ukuran (Mean, Median, Mode) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Teori Sampel |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Estimasi |
|
|
TEORI SAMPEL DAN ESTIMASI |
|
|
|
|
|
Interval Konfidensi (Confidence Interval) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Derajat Kebebasan (Degree of Freedom) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tingkat Signifikan Level of Sicnificance) |
|
UJI NORMALITAS
UJI KESAMAAN VARIAN
(HOMOGENITAS)
PENGUJIAN HIPOTESIS
|
|
|
Dua Sampel Bebas (Independent) |
|
|
|
|
|
|
|
UJI BEDA DUA RATA-RATA (Uji-t) |
|
Dua Sampel Berhubungan (Dependent) atau
Correlated Sample |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Uji-t untuk Varian Heterogen |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
ANALISIS VARIAN
PROSEDUR TUKEY’S
(HSD)
|
|
|
Koefisien Korelasi Product Moment
(Pearson) |
|
|
|
|
|
|
|
KORELASI |
|
Rank-Order Correlation Coefficient
(Spearman) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Uji Kebermaknaan Koefisien Korelasi |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Koefisien Determinasi |
|
|
|
|
Analisis Regresi Linear: |
|
|
|
|
|
|
|
ANALISIS REGRESI |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Analisis Regresi Linear: |
|
|
|
|
|
|
ANALISIS KOVARIANS
UJI MANN-WHITNEY
UJI WILCOXON
UJI KRUSKAL-WALLIS
PROSEDUR DAN
PRINSIP-PRINSIP STATISTIK -
Mean -
Median -
Mode (Modus) -
Varian -
Standar Deviasi -
Pembuatan tabel -
Distribusi frelwensi -
Grafik - Statistik
deskriftif - Statistik
inferensial - Statistik
parametrik - Statistik
non parametrik

![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
- Korelasi
product moment - Korelasi
spearman - Uji
kebermaknaan korelasi - Koefisien
determinasi -
Satu predictor -
Dua prediktor -
Tiga prediktor
![]()
![]()
![]()
![]()
BAB II
PENGORGANISASIAN
DATA
Seringkali tidak mungkin untuk
menyajikan sejumlah besar data individu tanpa mengorganisasikan data tersebutke
dalam bentuk yang sistematik. bentuk yang umum untuk pengorganisasian data
adalah tabel dan grafik. Grafik umumnya lebih mudah untuk dipahami terutama
jika ingin melihat suatu hubungan, namun pembuatan tabel secara terorganisir
akan memberikan informasi yang lebih luas untuk pembaca. Kegunaan dari table
dan grafik dalam beberapa situasi, akan didiskusikan dalam bab ini.
A.
PEMBUATAN TABEL
Selalu
mungkin untuk melibatkan data kuantitatif sebagai bagian dari teks yang
ditulis. sebagai contoh, dapat dituliskan : “Lima
siswa dalam perkuliahan Biomekanika, berusia berturut – turut 17, 18, 18, 20,
dan 21 tahun, mempunyai pengalaman berlari kompetitif antara 2 – 6 tahun, dan
berat badn mereka antara 72 – 82 kilogram”.
Beberapa
data diatas, dapat lebih jelas dihadirkan dalam bentuk tabel seperti berikut.
Tabel 2.1
Usia, Berat badan, dan Pengalaman
berlari dari Siswa
dalam Perkuliahan
Biomekanika
(n = 5)
|
Nomor Siswa |
Usia ( tahun) |
Berat Badan (kg) |
Pengalaman berlari (tahun) |
|
1 2 3 4 5 |
17 18 18 20 21 |
82 79 72 76 80 |
3 4 4 2 6 |
B.
DISTRIBUSI FREKUENSI
Teknik lain
untuk pengorganisasian data adalah distribusi frekuensi. prosedur ini sering
digunakan untuk data kuantitatif dalam penelitian eksperimen.
Distribusi
frekuensi dibedakan menjadi due, yaitu : (1) distribusi frekuensi tunggal, dan (2) distribusi frekuensi dikelompokkan.
1.Distribusi frekuensi adalah sebuah tabel
dimana semua unit – unit skor didaftar dalam suatu kolom dan banyaknya individu
– individu masing – masing skor nampak
sebagai frekuensi dalam kolom ke dua.
Distribusi Frekuensi Tunggal Jika jarak skor kecil
(tidak lebih dari 20 unit skor),skor – skor ini dapat didaftar dalam urutan
ranking yang sederhana dari tertinggi sampai terendah dalam kolom pertama
fan frekuensi (f) dimasukkan
dalam kolom kedua. Skor f 15 1 14 0 13 3 12 2 11 6 10 5 9 2 8 4 7 1 6 2 N = 26 Distribusi Frekuensi Dikelompokkan Jika jarak skor besar
(lebih dari 20 unit skor), ini dikelompokkan ke dalam interval kelas dari
luasnya sama dalam kolom satu dan frekuensi yang berhubungan dalam kolom
dua. Interval kelas f
f kum 42 – 44 3 120 39 – 41 11 117 36 – 38 8 106 33 – 35 23 98 30 – 32 35 75 27 – 29 14 40 24 – 26 10 26 21 – 23 9 16 18 – 20 6 7 15 – 17 1 1 N = 120
![]()
![]()
2.Aturan untuk pembuatan interval kelas
a. menemtukan range
R = data tertinggi – data
terendah
b.menentukan banyak kelas (k), mengikuti aturan Sturges
k = 1 = 3,3 log n
dengan n = banyak data
c. menentukan panjang
interval kelas (i), i =
..............
CONTOH 2
Berikut
adalah sekelompok skor kekuatan isometrik fleksi siku (dalam kg) dari mahasiswa
tingkat pertama suatu universitas (n = 40).
Tabel frekuensi dari data diatas,
dapat diberikan sebagai berikut.
Data terbesar = 49 ; data
terkecil ; 29 ; sehingga rentang (R) = 20
Banyak kelas, k = 1 +
3,3 log n
= 1 + 3,3 log 40
= 6,29 » 7
Panjang interval kelas :
i = rentang : banyak kelas
= 20 : 6,29
= 3,18 » 3
|
Nilai |
Frekuensi (f) |
|
29 – 31 32 – 34 35 – 37 38 – 40 41 – 43 44 – 46 47 - 49 |
4 4 5 6 9 6 6 |
|
|
40 |
C.
GRAFIK
Data sering
juga disajikan dalam bentuk grafik, karena dapat memberikan kemudahan bagi
pembaca dalam menginterpretasikan data. Ada beberapa macam grafik dapat
digunakan untuk menyajikan data, misalnya: grafik batang (histogram), grafik
garis, grafik lingkaran, dan frekuensi poligon.
Histogram dan Polygon Frekuensi
1.Histogram atau grafik batang dan polygon frekuensi adalah
sama. Keduanya dibangun dari distribusi frekuensi.
2.Skor digambarkan sepanjang garis dasar horizontal yang
disebut sebagai absis atau sumbu X. Frekuensi (banyaknya / persentase kasus)
digambarkan sepanjang sumbu vertikal, yang disebut sebagai ordinat atau sumbu Y.
a. Untuk histogram atau grafik batang, luas dari
masing – masing batang berhubungan dengan batasnyata (riil) dari luas maing –
masing kelas interval. Tinggi masing – masing batang berhubungan dengan
frekuensi atau persentae kasus dalam interval kelas tersebut (Gambar 2.a).
b.Untuk frekuensi polygon,
titik – titik dirancang melalui titik – titik tengah dari masing – masing
interval kelas ( Gambar 2.b).
c. Untuk proporsi grafik
yang baik, sumbu vertikal harus dua pertiga panjang sumbu horizontal.

F
r
e
k
u
e
n
s
i
Nilai
Gambar 2.a. Histogram
F
r
e
k
u
e
n
s
i
Nilai
Gambar 2.b. Polygon
2. Skema
Contoh aplikasi analisis:
Soal 1.
A. PENGORGANISASIAN
DATA
Berikut adalah sekelompok skor kekuatan isometrik.
Fleksi siku dari 40 mahasiswa tingkat pertama suatu universitas (n = 40)
41 46 39 42 34 39 47 49
29 37 42 38 45 43 36 31
42 34 44 45 30 46 42 43
38 43 32 40 35 41 39 45
36 48 30 49 47 33 37 48
1)
Data terbesar = 49, data terkecil = 29,
R = 20
2)
Banyak kelas k =
1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log
40
= 6,29 ≈ 7
3) Panjang
interval kelas :
1
= rentang : banyak kelas
= 20 : 6,29
= 3, 18 ≈ 3
|
Nilai |
Frekuensi (f) |
|
29 – 31 32 – 34 35 – 37 38 – 40 41 – 43 44 – 46 47 – 49 |
4 4 5 6 9 6 6 |
|
|
40 |
Grafik Histogram

Polygon Frekuensi

Statistik Diskriptif.
1.Tehnik Yang biasa digunakan adalah:
· Distribusi Frekuensi.
· Frekuensi Grafis, seperti: Histogram, Pie Chart dsb.
· Mencari Terndensi Sentral, seperti: Mean, Median dan
Modus.
2.
Contoh Kasus.
Pemberdaya pembinaan prestasi olahraga pencaksilat
ingin mengetahui gambaran ringkas mengenai banyaknya peminat para pesilat dalam
mengikuti pembinaan prestasi selama 1 tahun di Sasana INDONESIA MUDA.
3.
Prosedur Penghitungan (Komputasi).
a.
Diketahui :
Tabel 01 : Distribusi Frekuensi Data peserta latihan
Pembinaan Prestasi Pencaksilat SASANA INDONESIA MUDA tahun 2020.
|
NO. |
B U L A N |
JUMLAH (satuan
orang) |
|
01. |
JANUARI |
1.200. |
|
02. |
FEBRUARI. |
1.345. |
|
03. |
MARET. |
1.435. |
|
04. |
APRIL. |
1.324. |
|
05. |
MEI. |
1.768. |
|
06. |
JUNI. |
1.654. |
|
07. |
JULI. |
1.543. |
|
08. |
AGUSTUS. |
1.556. |
|
09. |
SEPTEMBER. |
1.600. |
|
10. |
OKTOBER. |
1.685. |
|
11. |
NOPEMBER. |
1.705. |
|
12. |
DESEMBER. |
1.754. |
(Sumber data : Ilustrasi Purbodjati awal tahun 2020).
b.
Hitunglah Berapakah ? :
1.
Mean = Nipura = Rerata ( x ).
2. Median = Titik Tengah (Md).
3. Mode (Mo).
4. Standar Deviasi (s).
5. Varians = Sampel Variansi (s2).
6. Berapa dan pada bulan apakah peserta terkecil (minimal
= T ) dan terbesar (maksimal =T ) ?.
c.
Sajikanlah
informasi kegiatan teresebut dalam bentuk:
(1)
Tabel Jumlah Peserta Paling Banyak (Maksimal);
Rata-rata dan Paling Sedikit (Minimal);
Pada Latihan Pembinaan Prestasi
Pencaksilat Pada SASANA INDONESIA MUDA Tahun 2020.
(2)
Grafik (a.
Diagram Garis; b. Peta Balok; c. Diagram Lingkar; d. Piktograf; dan e. Peta
Statistik.) Jumlah Peserta Latihan Pembinaan Prestasi Pencaksilat Pada Sasana INDONESIA MUDA Tahun 2020 di Kabupaten
Magetan Jawa Timur.
2.Permasalahan
:
Menurunnya prestasi pencaksilat Indonesia ke
peringkat 2 Dunia beberapa tahun terakhir, menyadarkan perguruan besar
Pencaksilat di wilayah eks Karesidenan Madiun untuk memacu potensi prestasi
atletnya (peningkatan konsepsi dan strategi peneguhan nation and character building/nasionalisme berdimensi prestise dan
prestasi namgsa) berbasis riset (base of
research) ilmiah.
a.
Pada Persaudaraan
Setia-Hati Terate dilakukan penelitian tentang masalah Produktivitas
Program Pemassalan (P3massal) dan
Produktivitas Program Pembinaan Prestasi
(P3prestasi) Olahraga Pencaksilat Periode Tahun 2020 – 20224.
b. Hipotesa dirumuskan : Tidak ada hubungan (korelasi) yang
signifikan antara Produktivitas Program Pemassalan dengan
Program Pembinaan Prestasi Atlet Pencaksilat.
c.
Proses
pengambilan sample dilakukan secara random (acak) dan datanya berdistribusi
normall (homogen).
3. Ditanyakan :
Buktikan hipotesa tersebut apabila diketahui bahwa r tabel (0,05) = 0,576 dibandingkan dengan koefisien korelasi hasil
perhitungan statistic uji korelasi (rhitung) yang datanya adalah
sebagai berikut (Tabel: persiapan penghitungan (komputasi) korelasi produk
moment Pearson.) :
Tabel : Distribusi
tunggal data ttg. Produktivitas Program Pemassalan (P3massal) dan Program
Pembinaan Prestasi (P3prestasi) Olahraga Pencaksilat Pada Persaudaraan-Setia-Hati Terate Periode 2010 - 2020.
|
NO. |
TAHUN. |
P3massal ( X ). |
P3pres tasi ( Y ). |
XY. |
X2. |
Y2. |
|
(1). |
(2). |
(3). |
(4). |
(5). |
(6). |
(7). |
|
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. |
1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 |
183,44 250,29 320,76 474,61 669,00 937,52 1.250,09 1.602,96 2.006,39 2.488,34 3.279,50 |
36,88 42,55 40,81 49,92 76,51 81,73 98,35 141,96 152,19 165,89 205,18 |
6.765,27 10.649,84 13.090,22 23.692,53 51.185,19 76.625,51 122.946,35 227.556,20 305.352,49 412.790,72 672.789,43 |
33.650,23 62.645,08 102.886,98 225.254,65 447.561,00 878.943,75 1.562.725,01 2.569.480,76 4.025.600,83 6.191.835,96 10.755.120,25 |
1.360,13 1.810,50 1.665,46 2.492,01 5.853,78 6.679,79 9.672,72 20.152,64 23.161,80 27.519,49 42.086,52 |
|
N = ……. |
|
£ X = …………….. |
£ Y = …………….. |
£ XY = ………………. |
£ X2 = …………………. |
£ Y2 = ………………. |















Komentar
Posting Komentar